KLIK Group Dorong Transformasi Digital Lewat Sharing Session AI Prompting Essentials

Sebagai bentuk implementasi salah satu core value perusahaan, Excellence, KLIK Group terus menunjukkan komitmennya untuk berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Pada April 2026, KLIK Group mengadakan Sharing Session: AI Prompting Essentials sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara optimal di lingkungan kerja.

Kegiatan ini dirancang untuk membantu karyawan meningkatkan produktivitas, mempercepat proses problem solving, serta menghasilkan insight dan ide yang lebih efektif melalui penggunaan AI. Sesi ini juga menekankan pentingnya keamanan data dan tata kelola AI (AI governance) agar penggunaannya tetap aman, akurat, dan bertanggung jawab.

Meski awalnya sharing session ini ditujukan hanya untuk divisi CTO, seperti Engineering, IT, dan Product. Namun, tingginya antusiasme dari divisi lain menunjukkan bahwa pemanfaatan AI telah menjadi kebutuhan lintas fungsi di KLIK Group.

Mengapa AI Menjadi Kebutuhan di Dunia Kerja?

Melihat semakin kompleksnya tantangan kerja dan tingginya kebutuhan akan kecepatan dan akurasi, AI mulai mengambil peran sebagai tools pendukung dalam berbagai proses operasional. Teknologi ini mampu membantu tim bekerja lebih cepat, menemukan solusi lebih efektif, dan menghasilkan insight yang lebih terarah. 

Meski begitu, masih banyak profesional yang memiliki kekhawatiran terkait penggunaan AI, seperti:

  • Bagaimana membuat prompt yang efektif agar hasil lebih akurat?
  • Bagaimana memvalidasi output yang dihasilkan AI?
  • Bagaimana memastikan data internal perusahaan dan klien tetap aman?

Melalui sesi ini, Tim AI KLIK Group membagikan pendekatan praktis untuk menjawab kekhawatiran tersebut melalui tiga prinsip utama: Master the Ask, Master the Guard, dan Master the Result.

Master the Ask: Menguasai Cara Berkomunikasi dengan AI

Salah satu kunci utama dalam memanfaatkan AI secara maksimal adalah kemampuan kita dalam menyusun prompt yang tepat. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada berbagai teknik prompt engineering untuk mendapatkan hasil yang lebih relevan dan efisien.

Teknik Prompting

Beberapa teknik prompting yang diperkenalkan antara lain:

  • Zero-Shot Prompting
    Memberikan instruksi secara langsung tanpa contoh tambahan.
  • Instruction Prompting
    Memberikan instruksi dengan format, gaya bahasa, atau struktur tertentu.
  • Few-Shot Prompting
    Memberikan contoh input dan output untuk membantu AI memahami pola yang diinginkan.
  • Chain of Thought (CoT)
    Meminta AI menjelaskan proses berpikirnya langkah demi langkah.
  • Role-Based Prompting
    Memberikan persona atau perspektif tertentu agar AI dapat menghasilkan jawaban sesuai konteks yang dibutuhkan.

Framework C.R.E.A.T.E

Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, Tim AI juga memperkenalkan pendekatan deterministic prompting melalui framework C.R.E.A.T.E, yaitu prompt disusun dengan memasukkan:

  • Character: Mendefinisikan AI sebagai role spesifik.
  • Request: Menjelaskan tugas utama yang ingin diselesaikan.
  • Examples: Memberikan contoh input/output.
  • Audience: Menentukan target audiens dari hasil prompt.
  • Terminology: Menentukan istilah atau referensi khusus yang relevan.
  • Extra: Menentukan format atau struktur output yang diinginkan.

Framework ini membantu pengguna menghasilkan output AI yang lebih konsisten, terarah, dan sesuai kebutuhan bisnis.

Master the Guard: Menjaga Keamanan Data Saat Menggunakan AI

Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan AI juga harus dibarengi dengan kesadaran terhadap keamanan data. Dalam sesi ini, Tim AI KLIK Group menekankan tiga prinsip utama dalam menjaga keamanan informasi perusahaan dan klien.

  1. Blockage at Source
    Sebelum memberikan instruksi kepada AI, seluruh data sensitif wajib disamarkan terlebih dahulu. Informasi seperti nama klien, IP address, token, maupun data internal lainnya tidak boleh dimasukkan secara langsung untuk meminimalkan resiko kebocoran data.
  2. Absolute Zero
    Pengguna tidak diperbolehkan mengunggah file asli (raw file) yang berisi data sensitif ke platform AI publik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data internal tetap terlindungi dan memastikan file asli tidak teracak-acak oleh AI.
  3. Destructive Command Alert
    Cara berkomunikasi dengan AI juga mempengaruhi kualitas output. Penggunaan bahasa yang kasar, ambigu, atau tidak terstruktur dapat menghasilkan respons yang bias, tidak relevan, atau kurang efektif. Karena itu, komunikasi yang jelas dan profesional tetap menjadi hal penting.

Melalui pendekatan ini, KLIK Group menunjukkan keseriusannya dalam menerapkan AI governance yang seimbang antara adaptasi dan keamanan.

Master the Result: Memastikan Output AI Tetap Akurat

Perlu diketahui bahwa AI bekerja berdasarkan prediksi pola dan data, sehingga hasil yang diberikan tetap perlu divalidasi. Dalam sesi ini, peserta diberikan panduan untuk melakukan mitigasi sejak tahap prompt hingga tahap evaluasi hasil.

Validasi di Tahap AI Generation

Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi hasil AI:

Pendekatan ini membantu mengurangi resiko halusinasi jawaban AI.

  1. Prompt Mitigation
    Menambahkan instruksi seperti:
    - “Jika kamu tidak tahu, katakan tidak tahu.”
    - “Jika membutuhkan data tambahan, tanyakan kepada saya.”
  2. Context Constraints
    Memberikan batasan yang jelas kepada AI. Contohnya, engineer dapat meminta AI hanya menggunakan library tertentu saat membantu membuat code.
  3. Recommendation-Only Mode
    Menempatkan AI sebagai pemberi rekomendasi, bukan sebagai pengambil keputusan atau eksekutor penuh.

Human Validation Gate

Setelah AI menghasilkan output, proses validasi tetap harus dilakukan oleh manusia. Tahapan ini penting untuk memastikan hasil yang diberikan sesuai dengan yang kita minta tanpa ada perintah maupun informasi yang diluar konteks.

AI Sebagai Akselerator, Bukan Pengganti

Sebagai penutup, Tim AI KLIK Group membagikan pesan yang relevan dengan perkembangan industri saat ini:

“AI will not replace engineers. Engineers who use AI will replace those who do not.”

Pesan ini bukanlah ancaman, melainkan pengingat bahwa AI hadir untuk mempercepat proses berpikir, membantu eksekusi, dan meningkatkan efisiensi kerja. Pada akhirnya, manusia tetap menjadi decision maker, sementara AI berperan sebagai akselerator.

Melalui Sharing Session AI Prompting Essentials, KLIK Group tidak hanya mendorong adopsi teknologi AI di internal perusahaan, tetapi juga menonjolkan keseriusannya dalam membangun budaya kerja yang terus berkembang melalui pendekatan AI adoption, AI governance, dan data security guna menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan.